Saturday, January 20, 2018

Seed of greatness

Kitab Rut 1 - 4.

Peran kita masing-masing dalam puzzle kehidupan milik Tuhan itu menarik banget.
Kalau kita tidak melakukan bagian kita dengan baik, percayalah Tuhan akan mewujudkannya one way or another. Kalau kita tidak mau, tidak siap, menolak, mengambil langkah dalam rencana Tuhan, ya kita tidak terpakai dan terakhirnya akan dihukum.

Sering aku dengar kisah Rut. Apa sih yang spesial dari kisah hidupnya, yang sering ditonjolkan adalah bagaimana dia begitu tinggi komitmennya setia kepada keluarga suaminya, dalam hal ini ibu mertuanya. Itu yang sering kali aku dengar ketika tumbuh di sekolah minggu / gereja. 
Bagaimana ia berkomitmen mengikuti ibu mertuanya dan Tuhan ibu mertuanya.

Padahal, lebih besar dari itu, ternyata dia menjadi bagian dalam grand plan milik Tuhan.
Membaca kisah hidup Rut dalam kitab Rut, menarik sekali.
Bagaimana dengan ketulusannya ia setia pada ibu mertuanya, kemudian menuruti semua perintah ibu mertuanya. Bagaimana ia diketahui kebaikan hatinya oleh seluruh orang di kota.
Hingga akhirnya dia menjadi istri Boas dengan cara yang unik, mengkuti semua tatanan peraturan yang berlaku di kalangan orang Yahudi. Boas menebus demi mempertahankan pusaka mantan suami Rut. Unik dan situasi yang kompleks. Rut dan Boas mengikuti seluruh sesuai tatanan yang ada.
Kemudian akhirnya memiliki anak laki-laki atas karunia dari Tuhan, Obed, yang adalah kakek dari Daud, yang merupakan nenek moyang Yesus sang penebus.

Bayangkan saja seandainya, Rut tidak mau pulang ke kampung halaman Naomi, ibu mertuanya, dia memilih tinggal bersama orang tuanya... Ya dia tidak jadi nenek moyangnya Yesus....

Setia, menjadi kunci masuk dalam rencana Tuhan....

Upgrade hidup - belajar dari Ayub

Siapa pun dalam kehidupan ini, rasanya selalu ingin jadi lebih baik.. lebih baik.. lebih baik.. dan jadi lebih baik lagi daripada sebelumnya....
Sebutan kerennya, upgrade.
Layaknya hp, aplikasi, atau komputer, kalau dah lama, harus di upgrade. 
Kenapa harus di upgrade? Karena sudah gak sesuai lagi dengan jaman now, yang kadang bahkan gak bisa dipakai lagi kalau gak di upgrade di jaman now...

Kalau kita ingat lagi akan hidup kita, saatnya kita merenungkan, bagaimana dengan hidup kita, apakah sudah ada upgrade hidup terjadi dalam diri kita?

Contoh upgrade hidup yang paling legendaris rasanya adalah Ayub ya...
Let's talk about upgrade hidup!
Saya sarikan dari kotbah pada suatu hari minggu di Gereja Duta Injil, Mal Ambasador, Jakarta.

Ayub

Kapan sih terjadi upgrade?
Upgrade, atau naik kelas, terjadi hanya kalau sudah melewati ujian...
Kalau dikaitkan dengan teknologi masa kini, maka download diperlukan, prosesnya memakan waktu dan seakan semua terhenti demi proses yang terjadi.
Macam ujian di sekolah, kalau saat ujian tidak sukses, maka upgrade gagal terjadi.
Jadi, hal pertama untuk upgrade adalah UJIAN.

1 Korintus 3 : 13
sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. f  Karena hari Tuhan g  akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan h  masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Lihat, Ayub, apa saja yang diuji?

1. Uang


Mendadak semua hartanya ludes dalam sekejap. 
Disitu kita melihat bagaimana Ayub diuji soal uang.

Mat 6 : 21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 


Daud pun pernah berkata biarlah harta hilang tapi jangan sampai kehilangan Tuhan.

Bagaimana Ayub mengerjakan ujiannya ini?
Ayub juga berkata demikian



2. Anak dan Istri


Anak Ayub yang sebelumnya luar biasa sangat senang berpesta pora. 
Ayub pun diuji. Anak Ayub semuanya mati mendadak bersamaan.
Tapi kemudian, anak Ayub diganti 10, dan yang teristimewa anak anak ini tidak lagi berpesta pora.
3 orang putrinya bahkan dituliskan super cantik.

Yang dikehendaki Tuhan dari kesatuan suami istri adalah lahirnya keturunan ilahi.
Keturunan ilahi akan lahir dari suami istri yang walaupun memiliki perbedaan tetapi bisa bersatu...
Bagaimana menyatukan perbedaan? 
Tak ada cara lain selain meleburkannya menjadi satu.
Dilebur habis keduanya hingga yang muncul pribadi baru, pribadinya Kristus.

Yohanes 2: 1 -11
Tentang perkawinan di kana.
Ayat 10: dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik ; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.

Demikian penggambaran value pernikahan yang dimiliki dunia.
Anggurnya downgrade. Lama kelamaan yang buruk yang keluar.

Sementara pernikahan yang melibatkan Tuhan di dalamnya, setelah lama malah keluar anggur yang tetap baik.Upgrade. Bukan downgrade.
Caranya menyatukan perbedaan: Melebur habissss... sampai Kristus yang muncul.



3. Ujian tentang dirinya sendiri


Ayub jadi sakit.
Inilah ujian yg paling berat.
Yaitu ego diri sendiri. Kena kesehatan diri sendiri. Kena diri kita.
Bagaimana kita mengalahkan diri kita sendiri.

Kuncinya: mengalahkan ego dan ingin hidup melaksanakan kehendakNya, membiarkan kehendakNya terjadi dalam hidup kita.

Setelah tahu ketiga bahan ujian untuk upgrade, maka ketika ujian itu tiba, di situlah saatnya kita mempraktekkan keseluruhan kehendak Tuhan.
Kunci pertama, memiliki pergaulan yang intim dengan Tuhan, sehingga dapat belajar mengerti kehendakNya.
Kunci kedua, memiliki kepercayaan yang besar pada Tuhan. Meletakkan seluruhnya di kakiNya.
Ketiga, tetap teguh dalamNYA.

Selamat menempuh ujian! Upgrade berikutnya....

Friday, January 19, 2018

Apakah Yesus adalah korban yang layak?

Apakah YESUS adalah Korban yang Layak ?
--------------------
From samuel oenardi facebook page.
20 Jan 2018

Sesungguhnya sebuah masalah dapat diukur besar kecilnya oleh siapa yang turun tangan menyelesaikan masalah itu. Jika sebuah masalah terjadi di lingkungan anda, dan seorang RT datang menyelesaikannya, itu artinya masalah itu dalam kapasitas RT tersebut. Jika masalah besar terjadi dan presiden turun tangan, itu artinya masalah itu hanya bisa diselesaikan oleh Presiden. Jika TUHAN sendiri, tangan TUHAN untuk masalah dosa, itu artinya dosa hanya bisa diselesaikan oleh YESUS KRISTUS. Oleh sebab itu, masalah terbesar ialah masalah tentang “dosa”. Kita perlu bersyukur dan merenungkan bahwa dosa, kuasa dosa, dan maut telah dikalahkan oleh TUHAN YESUS KRISTUS.

  ►  YESUS KRISTUS di Getsemani
Anda tentu tahu bagaimana Alkitab mencatat sebanyak 3 kali TUHAN YESUS berdoa agar cawan (penyaliban) dilalukan ALLAH daripada-NYA. Inilah yang membuat TUHAN YESUS begitu ketakutan sehingga terkena penyakit Hematidrosis, atau keringat darah. Ketakutan TUHAN YESUS membuat IA hampir-hampir menyerah, dan tidak ingin disalib. Namun, karena Cinta-NYA, TUHAN YESUS memilih taat kepada BAPA, karena TUHAN YESUS tahu bahwa inilah satu-satunya cara agar semua manusia bisa beroleh selamat. Bukan hanya itu, yang paling mengharukan adalah ternyata TUHAN YESUS bisa saja tidak menjadi korban yang tidak sempurna di hadapan BAPA.

BAPA sangat membenci dosa tetapi BAPA pun sangat mengasihi manusia. Dosa harus dihancurkan tetapi manusia harus diselamatkan. DIA adalah BAPA yang adil sehingga setiap pelanggaran harus ditindak. Namun, BAPA juga adalah Kasih karena BAPA begitu mencintai manusia sebagai ciptaan yang serupa dengan DIA. Satu-satunya jalan ialah dengan mengutus TUHAN YESUS KRISTUS untuk dihukum menggantikan kita. Saat penyaliban, Kasih dan Keadilan ALLAH bertemu.

  ►  Hidup Kekal
Saat kejatuhan Adam dan Hawa di taman Eden, ALLAH mengenakan mereka pakaian dari kulit binatang. Ini adalah nubuatan mengenai YESUS KRISTUS yang akan dikorbankan untuk menghapus dosa manusia. Akitab mencatat bahwa karena Adam adalah manusia sempurna, maka ia harus ditebus oleh Adam kedua yang sempurna juga. Permasalahannya ialah bahwa tidak ada yang sempurna kecuali TUHAN YESUS. Itulah alasan-NYA mengapa YESUS KRISTUS harus menjadi manusia.

Anda juga tahu bahwa Alkitab menuliskan TUHAN YESUS mati di kayu Salib bukan karena TUHAN YESUS mati, tetapi karena YESUS menyerahkan nyawa-NYA. Saat itu YESUS berseru kepada BAPA, “ELI ELI LAMA SABAKHTANI” yang artinya ALLAH-KU ALLAH-KU mengapa ENGKAU meninggalkan AKU?

Penekanannya ialah mengapa hal itu terjadi ?
BAPA adalah ALLAH yang sempurna, BAPA tidak bisa melihat satu dosa pun. Dan yang terjadi ialah bahwa saat penyaliban itu, seluruh dosa umat manusia TUHAN YESUS sedang tanggung, sehingga tepatlah apa yang Alkitab tuliskan bahwa "YESUS yang tidak mengenal dosa telah dibuat-NYA menjadi dosa karena kita, supaya dalam KRISTUS kita dibenarkan oleh ALLAH." 2 Korintus 5:21

TUHAN YESUS ditinggalkan karena YESUS sedang menanggung dosa Anda dan saya. BAPA meninggalkan-NYA karena BAPA tidak dapat melihat dosa. Tidak cukup sampai di situ, yang paling mendebarkan ialah layakkah apa yang TUHAN YESUS sudah perbuat dengan mati di kayu salib ? "Dalam hidup-NYA sebagai manusia, YESUS telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkan-NYA dari maut, dan karena kesalehan-NYA IA telah didengarkan." Ibrani 5:7

TUHAN YESUS mati karena menyerahkan nyawa-NYA, namun dibangkitkan oleh BAPA. Menurut ayat di atas, TUHAN YESUS bisa saja tidak dibangkitakan dari maut saat YESUS mati. Dan bayangkan betapa sia-sianya pengorbanan-NYA jika TUHAN YESUS tidak dibangkitkan. Yang menyelamatkan TUHAN YESUS dari maut ialah karena kesalehan-NYA saat TUHAN YESUS masih hidup di bumi. TUHAN YESUS tetap menjaga hidup-NYA suci tanpa dosa, walaupun TUHAN YESUS memiliki potensi untuk berdosa seperti manusia lainnya. TUHAN YESUS memilih untuk tetap menjaga kesalehan-NYA sebagai bukti cinta-NYA pada kita. TUHAN YESUS mengerti betul bahwa satu dosa saja yang YESUS perbuat, itu akan membuat hidup-NYA tidak layak menjadi korban penebusan seperti yang BAPA inginkan. Karena hal inilah BAPA sangat menyayangi-NYA.

"Yang walaupun dalam rupa ALLAH, tidak menganggap kesetaraan dengan ALLAH itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-NYA sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, IA telah merendahkan diri-NYA dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya ALLAH sangat meninggikan DIA dan mengaruniakan kepada-NYA nama di atas segala nama, supaya dalam nama YESUS bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “YESUS KRISTUS adalah TUHAN,” bagi kemuliaan ALLAH, BAPA!" Filipi 2:6-11

Tahukah Anda kemana TUHAN YESUS selama 3 hari meninggal ?
TUHAN YESUS turun ke dalam dunia orang mati dan menyampaikan kabar baik bahwa YESUS telah menang. Jika dahulu kekekalan diberikan secara umum kepada Adam dan Hawa, namun setelah TUHAN YESUS bangkit, YESUS hanya memberikan hidup kekal kepada mereka yang percaya kepada-NYA.

Kebangkitan YESUS KRISTUS, sebagai bukti bahwa YESUS benar-benar sudah menjadi korban yang layak dan sempurna. Itulah cinta-NYA bagi Anda dan saya. TUHAN YESUS berkata bahwa “telah selesai”. Semua dosa dan pelanggaran kita telah YESUS KRISTUS tanggung.

"Dan AKU memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-KU." Yohanes 10:28

Maukah Anda menerima cinta-NYA ini ?
TUHAN YESUS sedang menunggu Anda.
Jika Anda mau menerima-NYA secara pribadi sebagai TUHAN dan Juru Selamat, ucapkan doa ini dengan bersuara agar iblis mendengarnya...Aku beryukur atas kasih-MU yang besar yang sudah menggantikan aku untuk dihukum. Aku bangga dan mau percaya pada-MU. Hari ini aku menerima ENGKAU sebagai TUHAN dan Juru Selamatku, dan aku yakin tidak akan turut dihukum saat penghakiman nanti. Dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS, aku percaya, Amin...TUHAN YESUS Memberkati.

Tuesday, January 16, 2018

Berdiri teguh, jangan goyah...

1 Korintus 15:58 (TB) 
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih,
berdirilah teguh,
jangan goyah,
dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!
Sebab kamu tahu,
bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Friday, October 27, 2017

Pikul atau melepas salib

Dari Samuel Benny oenadi Facebook

PIKUL ATAU MELEPAS SALIB

Matius 16:24 — “ Lalu YESUS berkata kepada murid-murid-NYA: "Setiap orang yang mau mengikut AKU, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut AKU.”

Tahun 1886, di Chung-Don, Korea ada seorang pendeta yang menggembalakan jemaat. Di tengah hujan deras malam hari, ada seorang yang mengetuk pintunya.

Siapa yang mengetuk di cuaca seperti ini ?
Ia keluar, ada 3 orang yang datang bertanya apakah ia Pendeta ? Iya. Orang-orang itu bersyukur dan bersukacita sama TUHAN YESUS, mereka masuk. Di punggung ketiga orang itu ada salib yang diikatkan, Pendeta ini bingung dan bertanya dari mana mereka. Mereka telah berjalan 400 km, jauh sekali, dan ingin dibaptis. Bagaimana bisa tahu dibaptis? Ada seorang Pendeta dari Manchuria yang menginjil dan membakar hati mereka. Mereka mengingat 1 ayat ini saja, Matius 16:24. Pendeta itu menangis, ada orang yang begitu bergelora untuk mengenal TUHAN YESUS KRISTUS tapi tidak ada yang menggembalakan. Mereka tinggal di rumahnya untuk digembalakan. Kekristenan di Korea didasari oleh benih-benih orang yang mau pikul salib untuk mengikut dan mengenal YESUS KRISTUS.

Mau pikul salib ? Ya
Mengapa kita mau memikul salib ?
Karena TUHAN YESUS lebih dulu memikul salib untuk kita.

Pikul Salib yaitu :

  1.  Bertindak melawan keinginan daging.
Matius 26:39 — “ Maka IA maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-NYA: "Ya BAPA-KU, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-KU, tetapi janganlah seperti yang KU-kehendaki, melainkan seperti yang ENGKAU kehendaki."

-  Saat sedang enak tidur, TUHAN YESUS bangunkan ayo berdoa.
-  Saat sedang melihat TV, ketika ROH KUDUS ingatkan, ayo baca Alkitab, kita taat.
-  Saat orang mengesalkan kita, kita tetap bertindak dengan kasih, Dll

  2.  Bertindak melawan arus dunia.
Roma 12:2 — “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak ALLAH: apa yang baik, yang berkenan kepada ALLAH dan yang sempurna."

Saat orang lain curang untuk mendapat untung, mengambil jalan pintas untuk kemudahan, beranikah kita memikul salib? Berbeda dari dunia. Kitalah bangsa yang dikuduskan. Jangan sampai kaki dian diambil TUHAN YESUS KRISTUS dari kita.

  3.  Menanggung aniaya karena Nama TUHAN YESUS.
II Timotius 3:12 — “ Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam KRISTUS YESUS akan menderita aniaya."

Kalau kita mundur karena kesulitan dalam mengikut TUHAN YESUS KRISTUS, artinya kita melepas salib. Memang hidup terasa ringan, tapi tidak akan mendapat pengampunan kelak. Kehidupan di bumi sementara, di Surga adalah kekal tak terhingga. Jadi bertahanlah, pikullah salib.

  4.  Menanggung aniaya karena memberitakan Injil.
II Timotius 1:8 — “ Jadi janganlah malu bersaksi tentang TUHAN kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena DIA, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-NYA oleh kekuatan ALLAH."

Point ke 3 bertahan, Point ke 4 aktif.
Setia dan pikullah salib kita, Amin…TUHAN YESUS Memberkati.

Saturday, November 12, 2016

Beriman - secuplik dari kisah Musa

Renunganku 26 Januari 2015.




Ibrani 11:27  
Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Ayat ini menarik sekali direnungkan. Musa beriman. 
Dia mendengar perintah Tuhan, taat dan bertahan. Kedengaran sangat gak logis. Karena bagi orang Israel lain, mungkin saja dong mereka berpikir, siapa elu Musa - sok sok denger suara Tuhan, wong kamu aja kelamaan tumbuh di istana raja firaun. Bagi dia sendiri, kujamin berat dia rasa untuk melawan kekuatan yang dia tau pasti memang kuat karena dia juga merupakan salah satu abdi kekuatan itu dulunya. Dan melawannya adalah ketololan.




Dihujat, dihina, dianggap bego, dianggap gila, toh dia bertahan sama seperti melihat apa yang tidak kelihatan. Dia berpegang pada sesuatu. Yang tidak kelihatan mata pula euy.


Aplikasinya sangat kentara di jaman sekarang sebenarnya, mirip dengan integritas, tapi integritas karena berpegang pada FirmanNya, pada kebenaran. 
Siapa bilang kebenaran masuk akal??? 
Coba cek, dimana ada bagian yg bilang mengikuti kehendak Tuhan itu logis dan gampang dilihat kasat mata... dari perjanjian lama hingga baru, kisahnya hanya akan bergeming kalau kita beriman.



Mulai dari mengasihi (beri pipi kirilah, mengampuni 7 x 70 x lah dlm sehari, memberkati musuh), rendah hati (serendah doulos), lemah lembut, sukacita dalm kesesakan lah, dsb. Kalau gak karena kita beriman bahwa melakukan FirmanNya / kehendakNya adalah makanan kita, dan menyenangkan hati Tuhan,  kurasa gak akan kita bertahan. 

So, mari kita beriman! (Itu masalah keputusan). 
Gbu!

6 October 2016

Like they always say...
You always remember your first.
Today is my first time in my life resigning.
Well jalok time I resigned.
But for higher education and the company is about to shut down... so it was not hard at all.
But today, it was very very hard for me.
I cried after.
The feeling was mixed.
Relieve mostly.
But sad... leaving my habit.
Not necessarily my comfort zone
I wanted to obey God who told me to jump.
I am jumping now God... please make sure you remember catching me in mid of your busyness...
Because I know you told me to jump and I need to trust that there will be Your might hands cathcing me..
I cant wait to see what you have in store for me..
I cant wait to get the excitement...
I cant wait to get into the new journey...
Happier... more free... calmer and more peaceful

Thursday, November 3, 2016

"Kehidupan kita dikendalikan dan diarahkan oleh pikiran kita

Share dari tlg Gugun.

Renungan hari ini :
Efesus 4:17-24

Pesan firman Tuhan adalah:
Kehidupan yang diperlukan dalam "menempuh" Hidup Sehari-hari.
Penting utk diingat bahwa :
"Kehidupan kita dikendalikan dan diarahkan oleh pikiran kita"





1. Sebelum mengenal Allah
(lahir baru), cara hidup kita dikendalikan dan diarahkan oleh pemikiran kita yg sia2.

2. Kebodohan kita tdk hanya menunjukkan pengetahuan yg kurang, ttp juga ke tidak sudian (kedegilan hati) kita utk mengenal hidup yg dari Allah - hidup baru.

3. Karena itu, pengertian kita digelapkan sehingga kita tidak mengenal Allah, tidak mengerti arti hidup baru.

4. Tetapi setelah kita menerima Yesus dalam hati kita mengalami perubahan hidup, dari hidup lama (cara hidup lama) menjadi hidup baru (cara hidup baru).

5. Cara hidup lama adalah hidup mengikuti jalan pikiran "manusia lama'.

6. Dalam baptisan kita menanggalkan manusia lama. Manusia lama telah disalibkan bersama Kristus, dan telah dikubur bersama Kristus dalam baptisan.

7. Didalam baptisan kita telah mengenakan manusia baru.

8. Jadi perbuatan kita menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru "menyatakan" bahwa kita telah belajar mengenal Yesus.

9. Proses perubahan ini berlangsung terus menerus sampai gambaran Kristus semakin nyata di dalam diri kita.
Sampai pikiran Yesus nyata didalam pikiran kita.

10. Kita belajar mengenal Yesus (proses pembaruan pikiran) adalah hanya melalui masalah, pergumulan, tantangan hidup yg sdg kita hadapi.

Pertanyaan Renungan :
Apa yg sedang Anda hadapi "saat ini" ?
Tuhan sedang melakukan perubahan dalam pikiran manusia lama kita, menjadi pikiran manusia baru, yaitu pikiran Yesus.


Cara hidup lama sedang Dia ubah menjadi baru.
Jalan pikiran kita saat ini sedang diubah Tuhan.
Relakah pikiran kita diubah?
Tuhan Yesus memberkati !
Amin !

Friday, October 14, 2016

P. U. S. H.

Copied from social media.
15 october 2016

P.U.S.H



Seorang pria bertemu Tuhan yang memberinya pekerjaan mendorong batu besar di depan pondoknya dg seluruh kekuatannya.
Hal ini dikerjakannya setiap hari, sejak matahari terbit sampai terbenam. Ketika batu itu tak kunjung bergeser, dlm kelelahannya, ia merasa sedih&sia-sia.
Ketika ia mulai putus asa, iblis pun mengacaukan pikirannya "Tugas itu sangat tak masuk akal. Engkau tak pernah dpt memindahkannya." Pikiran tersebut membuat laki2 itu makin putus asa. "Lebih baik aku berhenti berusaha."

Namun, suara kecil di hati mengajaknya berdoa, membawa kesedihannya kpd Tuhan. "Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras melayaniMu dg segenap kekuatanku. Tetapi sampai skrg aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa aku gagal, Tuhan?'"
Tuhan berkata dengan penuh kasih," Sahabatku, ketika Aku memintamu melayaniKu yang Kuminta adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu. Tak sekalipun Aku memintamu menggesernya.

Tugasmu hanya mendorong. Dan kini kau datang padaKu, berpikir kau gagal. Benarkah? Lihatlah dirimu! Lenganmu kuat berotot, punggungmu tegap dan kakimu menjadi kokoh. Kau bertumbuh dan kemampuanmu melebihi sebelumnya.



Meski batu itu belum tergeser, panggilanmu adalah menuruti perkataanKu, terus mendorong, belajar setia dan percaya akan hikmat-Ku. Sahabatku, sekarang Aku yang akan memindahkan batu itu."
Kita cenderung memakai pikiran menganalisa keinginan-Nya. Sesungguhnya yang Tuhan inginkan adalah agar kita taat dan setia kepada-Nya... Yaitu berlatih mendorong gunung masalah kita dan mengalami Tuhan dalam setiap dorongan sampai Tuhan yang memindahkannya.

Ketika segalanya gagal.... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong)
Ketika keluarga berseteru... lakukan P.U.S.H.
Ketika penyakit tak kunjung sembuh... lakukan P.U.S.H.
Ketika uang "lenyap" dan tagihan harus dibayar... lakukan P.U.S.H.

P. Pray
U. Until
S. Something
H. Happen



Selamat mendorong gunung masalah kita.

"Salam Pemenang"

Mengenal Tuhan

Bila ku buka mataku dan lihat wajahMu
ku terkagum
bila ku lihat hidupku dan Karya tanganMu
ku tersanjung
kar`na semua yang baik dalam hidupku
itulah karyaMu
Kau b`ri kesempatan yang baru
Reff:
dan ku ingin mengenalMu Tuhan
lebih dalam dari s`mua yang ku kenal
tiada kasih yang melebihiMu
ku ada untuk menjadi penyembah Mu
=============

MengenalMu Tuhan... luar biasa.

Filipi 3 : 10 dan 11



Bagaimana aku mengenalMu Tuhan?
Hanya dengan mempercayaiMu.

Bagaimana aku mempraktekkannya Tuhan?
Hanya dengan mentaatiMu.

Apa yang harus kutaati Tuhan?
Firman Tuhan.
Firman yang mana?
Semua Firman Tuhan.

Aku suka beberapa Firman seperti contohnya di bawah ini

Lukas 6:27-36 (TB) 
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain,
dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu;
dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?
Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu?
Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.


Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Gampang dibaca.
Tapi sangat susah membunuh keinginan dalam diri alias keinginan daging.
Contoh dalam hidupku, aku disakiti menjadi korban politik kantor.
Keinginan terbesar adalah membela diri dan menghancurkan mereka yang menyakitiku.
Tak pun melanggar peraturan yg ada kan. Tapi kata Firman, ampuni dan jalan saja terus lurus.

Apa itu?

Gak rela rasanya. Tapi aku mencoba minta pertolongan Tuhan dan Tuhan mampukan.
Apa yg terjadi? Tuhan sendiri yang bereskan dan permalukan orang tersebut.
Kalau saya ngotot, saya yakin hal tsb ga akan terjadi.

Berat sekali melawan keinginan daging yg bagi dunia ini hal yg baik kok gak melanggar peraturan..
Tapi saat kita melakukannya,
Saat itulah, kita mulai belajar mengenalNya. Apa yang akan terjadi...
Apa yang akan kita rasakan dan alami.

Hati seperti apa yang harus kita punyai?

 Natal adalah saat yang tepat untuk kita melakukan refleksi diri, merenungkan, apa yang telah kita lakukan setahun itu dan bagaimana kira-ki...