Friday, November 16, 2018

Wahyu 3 : 1 - 6 (Jemaat di Sardis)

Tulisan PKS Pak Gugun Siahaan
Komsel Tubuh Kristus


Wahyu 3 : 1~6

  Kepada Jemaat di Sardis

Bahasa Yunani berarti yang tersisa, atau pemugaran.

Sebagai tanda, jemaat di Sardis melambangkan jemaat Reformasi.
Reformasi adalah reaksi Tuhan thd  kemerosotan jemaat Tiatira yang sangat parah.

Jadi jemaat di Sardis adalah hasil reformasi yg dilakukan oleh kaum minoritas, orang2 tersisa.

Banyak orang mengatakan bahwa jemaat Sardis yg direformasi itu hidup, tetapi Tuhan katakan bhw dia mati.

Istilah mati disini adalah tidak ada respon sama sekali thd suara dan perintah Tuhan (Coba renungkan ayat 3).

Oleh karena itu, dalam keadaan yg mati, memerlukan Roh yg hidup dan bintang yg bercahaya terang.

Disamping itu, hal-hal yg pernah hilang namun yang telah kembali oleh gerakan Reformasi itu pun ( ini yg dimaksud dgn apa yg masih tinggal itupun) sudah hampir mati.

Sebab itu, kebenaran2 yang sudah hampir mati itu, perlu dibangunkan kembali.

Walaupun jemaat di Sardis hidup kembali serta kebenaran2 yg sdh hampir mati dibangunkan kembali, namun pekerjaan yg dirintis oleh jemaat Sardis ini tidak satupun yang sempurna, maka Tuhan menyempurnakannya melalui jemaat di Filadelfia.

Tuhan mau supaya kita menang.
Menang disini artinya mengacu kepada menang atas keadaan jemaat di Sardis yang mati.

Menang artinya kita tetap  memiliki respon hati yg benar thd suara dan perintah Tuhan.

Menang artinya menjaga kemurnian hati agar bisa tetap memberi respon yg benar thd kehendak Tuhan, sehingga kita diberikan pakaian putih kelak.

Pakaian putih yg dimaksud Tuhan dalam ay 5 adalah pakaian tanda perkenaan Tuhan masuk kedalam kerajaan guna berjalan bersama dengan Tuhan, yaitu, memerintah bersama Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua. 🙏🙏🙏

No comments:

Post a Comment

Hati seperti apa yang harus kita punyai?

 Natal adalah saat yang tepat untuk kita melakukan refleksi diri, merenungkan, apa yang telah kita lakukan setahun itu dan bagaimana kira-ki...