Friday, November 16, 2018

Wahyu 6

Tulisan PKS Komsel Tubuh Kristus, Pak Gugun Siahaan


Shalom GBA Rabu tgl 7Nop'18
                Wahyu 6

 Anak Domba membuka ke-6
     materai satu per satu

Pembukaan ketujuh materai oleh Anak Domba terjadi segera ssudah kenaikan Kristus.

Keempat materai pertama terdiri atas empat ekor kuda beserta penunggangnya, seperti pacuan empat ekor kuda.

Keempat penunggangnya disebut orang, maksudnya adlh perkara yang  dipribadikan (digambarkan  sbg satu pribadi)

Materai 1 dibuka

Putih melambangkan bersih, suci, adil, dan berkenan dihadapan Allah

Kuda putih melambangkan Injil, dan penunggangnya adalah  pemberitaan Injil.

Busur dgn anak panah adalah utk berperang. Tetapi disini hanya ada busur tanpa anak panah.

Ini menunjukkan bhw anak panahnya sudah ditembakkan utk menghancurkan musuh, dan kemenangan sdh didapat, spy Injil damai sejahtera diberitakan dengan damai.

Materai ke-2 dibuka

Kemudian maju lagi kuda lain, seekor kuda merah.
Merah melambangkan darah.

Kuda merah melambangkan berkecamuknya peperangan, yang sepenuhnya merupakan perkara pertumpahan darah (oleh pedang yang besar).

Materai ke-3 dibuka

Seekor kuda hitam.
Hitam disini menunjukkan perkara kelaparan, menyatakan raut muka orang yg kelaparan. (Coba baca Ratapan 4 : 8-9  ;  5 : 9-10)

Kuda hitam melambangkan meluasnya kelaparan, yg membuat wajah manusia hitam.

Timbangan adalah neraca untuk menimbang benda2 berharga, ttp disini menimbang makanan (ay 6), karena bahan makanan sangat langka. ( Coba bandingkan dengan Im 26 : 26 dan Yeh 4 : 16)

Secupak adalah ukuran atau takaran makanan kering yg hampir setara dgn 1 kuart (= 1,136 liter)

Sedinar adalah upah kerja sehari pd masa itu (Romawi) yg cukup besar nilainya.

Minyak & anggur pasti berkurang dan menjadi barang berharga, krn itu selama kelaparan harus dijaga.
Karena minyak & anggur menyuka-kan hati manusia (Mzm 104 : 15).

Materai ke-4 dibuka

Seekor kuda hijau kuning - pale
atau hijau pucat , abu-abu, menyatakan wajah org terserang bencana.

Kuda abu-abu (pucat) adalah lambang pembantaian oleh maut menimbulkan penampilan yg abu2 pucat.

Kerajaan maut atau alam maut, letaknya dibawah tanah, tempat penyimpanan jiwa orang yg tdk selamat, sebelum orang2 mati dibangkitkan utk dihakimi di depan tahta putih. (Why 20 : 11-15)

Sesudah dihakimi orang yg tidak selamat akan dilemparkan ke dlm lautan api utk se-lama2nya.

Alam maut dapat dianggap seperti tempat tahanan sementara dan lautan api seperti penjara kekal

Disini alam maut adalah tpt  utk menampung orang2 yg dibunuh oleh Maut

Materai ke-5 dibuka

Menyingkapkan kemartiran orang2 Kristen dari abad pertama sampai menjelang akhir zaman ini.

Juga kemartiran orang2 kudus Perjanjian Lama - Mat 23 : 34-36

Menurut tanda,  mezbah itu berada di luar kemah pertemuan (Kemah Musa) dan Bait Suci (Yerusalem).

Pelataran luar melambangkan bumi, karena itu dibawah mezbah berarti dibawah bumi, tempat  org2 saleh berada.

Inilah taman Firdaus yang dituju Tuhan Yesus setelah Ia mati di kayu salib. (Luk 23 : 43)

Tempat ini berada di rahim bumi spt tertulis dalam Mat 12 : 40.

Taman Firdaus adalah bagian dari alam maut (Kis 2 : 27), yaitu, bagian yg nyaman (Bacalah  Luk 16 : 22-26).

Ayat 10 merupakan DOA para martir kpd Penguasa

Ayat 11 adalah jawaban atas doa para martir : tunggu sampai genap jumlah teman pelayan2 dan sdr2 seiman yg akan dibunuh (sampai dengan selama masa kesusahan besar berlangsung)

Materai ke-6 dibuka

Terjadilah langit & bumi diguncang,  terjadilah awal kesusahan besar

Materai ke-6 yang menandai permulaan malapetaka adikodrati adalah jawaban Tuhan terhadap seruan orang2 kudus yang martir dalam materai ke-5, dan juga adalah peringatan bagi manusia yang tinggal di bumi.

Ayat 16 adalah perkataan hati nurani orang2 yang amat sangat takut kepada penghakiman Allah.

Sungguh mengerikan kalau kita jatuh kedalam penghakiman Allah kita.

Marilah kita merenungkan apa yang Roh Kudus cerahkan kepada masing2 kita, agar kita bisa menikmati kelimpahan kasih karunianya sekarang ini, sebab ada saatnya kasih karunianya berakhir.

Kuduskanlah dirimu dihadapan Allah, sebab Allah adalah kudus !

Selamat merenungkan firman Tuhan dan Tuhan Yesus memberkati kita semua. 🙏🙏🙏

No comments:

Post a Comment

Hati seperti apa yang harus kita punyai?

 Natal adalah saat yang tepat untuk kita melakukan refleksi diri, merenungkan, apa yang telah kita lakukan setahun itu dan bagaimana kira-ki...